Foto lawas arca Dwarapala

Foto lawas arca Dwarapala
Arca Dwarapala dari Singosari

Jumat, 26 Juli 2013

Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen

Tenaga Pembentuk Muka Bumi

 {Tenaga Geologi}

Tenaga geologi terdiri dari tenaga endogen dan tenaga eksogen.
 Tenaga endogen berasal dari dalam bumi yang menggerakkan kulit bumi  bersifat  konstruktif/membangun terdiri dari:
Gempa bumi/Seisme yaitu getaran pada kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi.
Vulkanisme, yaitu segala peristiwa yang menyebabkan magma naik ke permukaan bumi.

Tektonisme, yaitu perubahan letak lapisan batuan baik secara mendatar maupun tegak lurus.

STRUKTUR BUMI




PROSES KELUARNYA MAGMA DARI PERUT BUMI



GEMPA TEKTONIK

TENAGA EKSOGEN
Tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah
merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bukit atau tebing yang
terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan
bumi.
Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:
Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin.
Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.
Organisme yaitu berupa jasad reniktumbuh-tumbuhanhewan, dan manusia.
Bentuk bentuk Tenaga Eksogen
1.  Pelapukan.
     Pelapukan merupakan tenaga perombak (pengkikisan) oleh media penghancur. Proses pelapukan
     dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran,
     berupa:
       Sinar matahari
       Air
       Gletser
       Reaksi kimiawi
       Kegiatan makhluk hidup (organisme)
Proses Pelapukan Batuan

Macam macam pelapukan
         Pelapukan Mekanik
Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil,tetapi tidak mengubah unsur kimianya. Proses ini disebabkan oleh sinar matahari, perubahan suhu tiba-tiba, dan pembekuan air pada celha batu

Pelapukan Kimiawi
Pelapukan adalah penghcuran dan pengkikisan batuan dengan mengubah susunan kimiawi batu yang terlapukkan. Jenis pelapukan kimiawi terdiridari dua macam, yaitu proses oksidasi dan proses hidrolisis.

Pelapukan Organik
Pelapukan organik dihasilkan oleh aktifitas makhluk hidup, seperti pelapukan oleh akar tanaman (lumut dan paku-pakuan) dan aktivitas hewan (cacing tanah dan serangga).


  1. CONTOH PELAPUKAN BATUAN
 
2.  E R O S I
     Erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak seperti air sungai, angin, gelombang laut,
     atau gletser. Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu 
      a.Erosi air 
      b.Erosi angin (deflasi)
      c.Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin)
     d.Erosi gletser (glasial)

Gambar Erosi Air
Tahapan Dalam Erosi
Proses pengkikisan oleh air yang mengalir terjadi dalam empat tingkatan yang berbeda sesuai
dengan kerusakan tanah atau batuan yang terkena erosi, sebagai berikut.
1. Erosi percik, yaitu proses pengkikisan oleh percikan air hujan yang jatuh ke bumi.
2. Erosi lembar, yaitu proses pengkikisan lapisan tanah paling atas sehingga kesuburannya
    berkurang. Pengkikisan lembar ditandai oleh : 1. coklat,warna air yang terkikis menjadi lebih
    pucat, kesuburan tanah berkurang
3. Erosi alur, adalah lanjutan dari erosi lembar. Ciri khas erosi alur adalah adanya alur-alur pada
    tanah sebsgai tempat mengalirnya air
4. ‘Erosi ‘parit, adalah terbentuknya parit-parit atau lembah akibat pengkikisan aliran air. Bila erosi
    parit terus berlanjut, maka luas lahan kritis dapat meluas, dan pada tingkat ini tanah sudah rusak.
Bentuk Permukaan Bumi Akibat Erosi
Pengkikisan oleh air dapat mengakibatkan :
1. tebing sungai semakin dalam
2. lembah semakin curam
3. pembentukan gua
4. memperbesar badan sungai
NGARAI Terbentuk akibat erosi air

 

Erosi angin (Deflasi)biasanya terjadi di gurun. 
Bentuk permukaan bumi yang terbentuk antara lain :
1. Batu jamur
2.Bukit Pasir
 Batu Jamur
 Bukit Pasir

                                                   Abrasi biasanya terjadi di pantai, membentuk : 
1. Dinding pantai yang curam
2. relung ( lekukan pada dinding tebing)
3. gua pantai
4. batu layar
 Gua Karang Di Pantai



 3. SEDIMENTASI 
 
Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media airangines,
atau gletser di suatu cekungan.  
Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material
yang diangkut oleh air sungai, sedangkan    
Bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari
material-material yang diangkut oleh angin.
Sedimentasi dapat dibedakan:
a.sedimentasi air terjadi di sungai.
b.sedimentasi angin biasanya disebut sedimentasi aeolis 
c.sedimentasi gletser menghasilkan drumlin,moraine,ketles,dan esker

Delta Sungai Amazon



Kamis, 25 Juli 2013

KERAGAMAN BENTUK PERMUKAAN BUMI:

Pengantar

Permukaan bumi yang kita tempati ini bentuknya bervariasi, ada yang datar, bergelombang, ada yang tinggi dan ada juga yang rendah. Bentuk permukaan bumi yang demikian disebut dengan
relief permukaan bumi.

Bentuk relief permukaan bumi tidak tetap, tetapi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan relief permukaan bumi terjadi karena adanya tenaga geologi, yaitu tenaga pembentuk muka bumi dari dalam
(endogen) dan tenaga pembentuk dari luar (eksogen). Relief permukaan bumi meliputi berbagai bentukan yang ada di daratan dan dasar laut.


Bentuk bentuk relief daratan
a.  Dataran, adalah suatu wilayah yang relatif landai mendekati rata. Wilayah dataran dibagi menjadi tiga yaitu
       Dataran pantai, yaitu dataran yang letaknya dekat pantai dengan ketinggian kurang dari 200 meter dari permukaan air laut, dan masih mengalami pengaruh laut secara langsung. Contoh Pantai Kuta Bali.
        •Dataran rendah, yaitu dataran yang tingginya sekitar 200 – 300 meter di atas permukaan laut. Contoh daratan rendah Cianjur di Jawa Barat.

        •Dataran tinggi (plato), yaitu wilayah dataran yang terdapat di daerah dengan ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Contohnya dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah dan dataran tinggi Bandung di Jawa Barat.
b.      Bukit atau perbukitan, adalah wilayah di permukaan bumi yang berketinggian antara
200 – 500 meter di atas permukaan laut dan disertai beberapa bagian yang merupakan lembah
c. Gunung, yaitu bentuk permukaan bumi yang menjulang tinggi dan memiliki puncak, lereng serta kaki gunung.
d.  Pegunungan, adalah kumpulan atau gugusan beberapa gunung. Pegunungan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu berikut ini.
1.Pegunungan rendah, memiliki ketinggian antara 500 – 1.500       meter di atas permukaan laut.
2. Pegunungan tinggi, memiliki ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut.









2. Relief Dasar Laut
    Dasar laut memiliki berbagai macam bentukan yaitu :
a. 
Landas/Paparan benua (continental shelf), yaitu dasar laut yang paling tepi dengan bentuk reliefnya menurun landai dari daratan benua menuju ke dalam laut, memiliki sudut kemiringan 10, dan kedalaman antara 0 m – 200 m. Contohnya Laut Jawa.
        b. Lereng benua/Kaki benua/Tepi benua (continental slope), yaitu bagian relief dasar laut yang menurun tajam dan curam, kelanjutan dari landas benua atau sering disebut kaki benua, memiliki sudut kemiringan kurang dari 500 menuju ke dalam laut, dan kedalaman antara 200 m – 1.500 m. Contohnya Laut Cina Selatan.
        c. Dataran laut dalam/Dataran abisal (deep sea plain/abbysal plain), merupakan wilayah relief dasar laut yang terletak pada kedalaman lebih dari 1.500 m. Wilayah ini meliputi hampir dua pertiga relief dasar laut. Bentuk-bentuk relief dataran abisal bervariasi seperti punggung laut, dataran tinggi laut, gunung laut dengan puncak vulkaniknya menyembul ke atas permukaan laut sebagai pulau. Contohnya Punggung Atlantik Tengah.
      d. Dasar laut sangat dalam (the deeps), yaitu bentuk relief dasar yang dicirikan dengan adanya palung laut dan lubuk laut. Palung laut merupakan dasar laut yang sangat dalam di atas 5.000 m, curam, sempit, dan memanjang berbentuk huruf V. Contohnya Palung Banda (7.440 m). Sedangkan lubuk laut merupakan dasar laut yang sangat dalam, luas membentuk suatu cekungan seperti huruf U. Contohnya Cekungan Sulawesi.

Rabu, 24 Juli 2013

Pengantar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII SMP/MTs

Allhamdulillah mulai Selasa 22 Juli 2013 KBM di MTs Negeri Batu .berjalan normal setelah sepekan melaksanakan kegiatan MOPBD dan Pondok Ramadhan. Baiklah pada pertemuan pertama ini saya hanya menyampaikan materi singkat mengenai Pengantar Ilmu pengetahuan Sosial.
DiBandingkan pengajaran di tingkat SD materi IPS ditingkat SMP/MTs lebih komplek. Baik di lihat dari segi materi maupun strategi dan model pengajarannya. Untuk tingkat SMP/MTs materi IPS Terpadu berisi 4 bidang studi yaitu Geografi,Sejarah,Ekonomi dan Sosiologi. Salah satu tingkat kesulitannya adalah pengajar IPS Terpadu biasanya pengajar hanya menguasai sebuah bidang keilmuan  sesuai kompetensi ijasah.Semisal Sarjana Pendidikan Geografi.
Dalam pembelajaran IPS Terpadu guru yang bersangkutan diharuskan menguasai Sejarah,Ekonomi dan Sosiologi. Pada awalnya memang berat,namun guru dituntut untuk menguasainya.
Baiklah mari kita kupas 4 bidang studi IPS Terpadu sebagai berikut
1. Geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").
Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah "Geographia' tulisan Klaudios Ptolemaios (abad kedua).
Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta.  Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.
2.  Sejarah
Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.
Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodisasi.
3. Ekonomi
 Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." 
4. Sosiologi
 Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya.Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.

Ilmu Pengetahuan Sosial yang diajarkan di tingkat SMP/MTs merupakan keterpaduan dimana antara bidang satu dengan yang lain terdapat korelasi dalam pengajarannya. Materi IPS Terpadu yang dajarkan masih bersifat umum dan tentunya pengajar harus pintar mencari nuansa lokal agar materi muda diterima.Salah satu contoh misal tentang Bentuk Permukaan Bumi. Siswa diberi tugas menggambar bentuk muka bumi yang ada disekeliling mereka seperti gunung,pegunungan,bukit,lembah,dataran rendah dsb.